Tuesday, March 30, 2021

Membahas Ruang Lingkup Kerja Dokter Ortopedi

Apabila Anda mengalami masalah pada persendian, otot, dan tulang, biasanya akan langsung diarahkan pada dokter ortopedi. Dikenal juga sebagai spesialis bedah ortopedi ini diperuntukan untuk menangani dan mengatasi permasalahan pada cedera dan penyakit muskuloskeletal pada tubuh, diantaranya tulang, saraf, otot, dan sendi.

 

Sebenarnya spesialis ortopedi tidak hanya mengatasi permasalahan pada cedera dan beberapa penyebab di atas saja. Ruang lingkupnya pun relatif luas dan banyak berbagai permasalahan medis yang bisa dilakukan oleh dokter spesialis tersebut. Terutama pada gangguan tulang, struktural pada otot, saraf dan berbagai permasalahan lainnya.

Membahas Ruang Lingkup Kerja Dokter Ortopedi

Bagaimana Perkembangan Spesialis Ortopedi di Indonesia?

Di Indonesia untuk mendapatkan gelar spesialis bedah ortopedi sendiri harus menyelesaikan pendidikan dokter umum terlebih dahulu. Selanjutnya Anda akan melanjutkan kurang lebih 5 tahun untuk menyelesaikan berbagai pendidikan dan pelatihan. Setelah menyelesaikan semuanya, maka Anda mendapatkan gelar dokter spesialis ortopedi atau Sp.OT.

 

Dalam perkembangannya, spesialis ortopedi di Indonesia ada delapan subspesialis yang terdiri dari subspesialis tulang belakang, subspesialis trauma dan rekonstruksi, subspesialis olahraga dan artroskopi, subspesialis ortopedi anak. Subspesialis ortopedi dewasa, subspesialis ortopedi onkologi, subspesialis bio orthopaedic, dan subspesialis hand and microsurgery.

 

Tentunya dokter spesialis ortopedi menangani berbagai permasalahan pada semua umur pada pasien terkait, baik itu anak-anak maupun orang yang sudah lanjut usia (lansia). Sehingga berbagai permasalahan terkait sendi, saraf, tulang, dan otot Anda dapat langsung konsultasi dan melakukan perawatan pada dokter spesialis bedah ortopedi.

Mengatasi Berbagai Permasalahan

Ada beberapa masalah yang dapat ditangani oleh dokter spesialis ortopedi. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat diatasi tersebut, diantaranya yaitu :

1. Gangguan Tulang

Mungkin Anda sudah tidak asing untuk masalah ini, jika mengalami gangguan atau menyerang pada tulang, tentunya dokter spesialis ortopedi yang bisa menyelesaikannya. Hal ini meliputi berbagai permasalahan baik dari patah tulang (fraktur), deformitas tulang, infeksi tulang, tumor tulang dan permasalahan pada osteoporosis.

 

Berbagai permasalahan ini dapat Anda lakukan pemeriksaan dan konsultasikan bersama dokter spesialis ortopedi untuk mendapatkan tindakan yang tepat dan lanjutan.

2. Gangguan Sendi

Beberapa permasalahan pada radang sendi, nyeri sendi, pembekakan pada sendi, mengalami robekan pada ligamen, dan dislokasi sendi semuanya dapat Anda konsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi. Karena berbagai permasalahan pada sendi menjadi fokus yang dapat dilakukan oleh spesialis bedah tersebut.

Hal ini membuat permasalahan Anda dapat terindikasi dan dipahami apabila langsung pada ahlinya, karena memberikan solusi terbaik dalam pengobatan dan penyembuhan.

3. Gangguan Tulang Belakang

Jika Anda mengalami berbagai permasalahan pada tulang belakang, seperti nyeri punggung, mengalami cedera dan patah pada tulang belakang atau tumor tulang belakang bisa langsung Anda konsultasikan pada dokter spesialis bedah ortopedi. Karena masih menjadi ruang lingkupnya dalam mengatasi persoalan tersebut.

4. Gangguan Lutut dan Tumit

Mungkin dari Anda sedang mengalami masalah pada nyeri lutut, terkilir, atau permasalahan pada nyeri pergelangan kaki atau tumit dapat langsung memeriksakannya pada dokter spesialis ortopedi. Karena daripada bingung untuk mencarinya, lebih baik langsung saja melakukan pemeriksaan kepada ahlinya saja, tentunya dapat memberikan solusi terbaik.

 

Dengan begitu membuat berbagai permasalahan yang dihadapi tersebut dapat terselesaikan dengan baik dan tepat.

 

Nah, itulah beberapa ulasan lengkap mengenai dokter ortopedi. Apabila Anda mengalami berbagai gangguan seperti di atas dapat langsung mengunjungi situsnya di https://www.sehatq.com/ jika anda ingin Booking Dokter.

 

Deskripsi : Dokter ortopedi memiliki ruang lingkup yang luas dan tempat yang tepat untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan terutama pada sendi, otot, tulang, dan sebagainya.

Tuesday, March 16, 2021

4 Penyakit Mematikan yang Minim Gejala

Penyakit bisa jadi datang dari luar tubuh karena banyak menerima radikal bebas. Lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat menjadi pemicu lainnya. Kesadaran akan bahaya ini menjadikan asuransi digunakan sebagai proteksi dini untuk menjamin biaya kesehatan dari berbagai penyakit.

Di antara banyaknya penyakit yang tersebar di dunia, ada beberapa penyakit mematikan yang ternyata memiliki gejala yang cukup minim. Oleh sebab itu, penyakit ini seringkali disepelekan dan tidak ditangani dengan tepat. Atas alasan inilah, mengetahui penyakit mematikan dengan gejala minim merupakan sebuah kewajiban.

4 Penyakit Mematikan yang Minim Gejala

Penyakit Mematikan Minim Gejala

Penyakit yang bekerja dalam diam atau sering disebut silent killer disease banyak di sepelekan di awal tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Pasalnya, penyakit tersebut disamakan dengan penyakit ringan pada umumnya. Berikut penyakit mematikan dengan gejala umum atau minim :


1.       Penyakit Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Penyakit ini banyak disepelekan karena memiliki gejala yang sangat umum, seperti pusing hingga lesu. Banyak yang menyangkal gejalanya sebagai penyakit ringan yang bisa diatasi dengan obat warungan atau paracetamol saja.

 

Namun, dampak besarnya bisa dirasakan bila kadar penyakit hipertensi memiliki intensitas yang tinggi. Parahnya intensitas tinggi bisa terjadi karena banyak diabaikan tanpa pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

 

2.       Penyakit Kanker dan Tumor

Kanker atau tumor memiliki setidaknya 4 stadium hingga dinyatakan tidak bisa diupayakan untuk sembuh. Pada stadium satu atau jinak, penyakit ini jarang menunjukan gejala. Sangat minimnya gejala bahkan membuat seseorang merasa sangat sehat.

 

Alih-alih merasa terganggu dengan gejala minim, justru hal tersebut dianggap hal yang lumrah. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui tata cara diagnosis awal untuk melakukan pencegahan dan penanganan tepat pada penyakit tersebut.

 

3.       Penyakit TBC (Tuberkulosis)

Penyakit Tuberkulosis atau yang banyak disingkat dengan TBC memiliki gejala yang sangat umum yakni batuk. Bagi kaum urban yang tinggal di dekat lingkungan masif, batuk tentunya biasa dikaitkan dengan gejala kecapekan atau panas dalam.

 

Begitu pula pada batuk berkepanjangan yang biasanya didiamkan atau beri penangkal obat batuk biasa. Bila batuk terjadi pada jangka waktu lebih dari 2 minggu, ada baiknya Anda waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter terkait.

 

4.       Penyakit Organ Paru Paru

Penyakit organ paru seperti bronkitis hingga gangguan lainnya sering tidak menampakkan gejala yang signifikan. Umumnya gejala umum seperti batuk atau pengap dikaitkan lagi dengan kondisi lelah atau terlalu banyak menghirup udara yang kotor.

 

Pada penyakit paru-paru basah atau pembengkakan organ akan terasa sedikit berbeda, sekalipun akan mereda di beberapa waktu. Oleh sebab itu, jangan sepelekan rasa nyeri di dada apalagi berhubungan dengan intensitas pernapasan yang juga ikut terganggu.

Jangan sepelekan gejala penyakit umum yang bersarang lama di tubuh Anda. Optimalkan penggunaan asuransi seperti produk asuransi My Protection untuk perlindungan menyeluruh. Sayangi Anda dan keluarga dengan My Protection!