Monday, June 28, 2021

Tips Memilih Casing Smartphone yang Tepat

Bodi, penampilan begitu krusial bagi sebuah smartphone. Itu sebabnya produsen smartphone tidak main-main dalam mengemas produk yang akan dipasarkan. Bahkan kini mereka melengkapi produk yang mereka buat dengan "baju besi" yang kuat dan mewah.

Hanya saja, desain yang kuat dan mewah biasanya terdapat pada smartphone kelas menengah ke atas, termasuk jajaran flagship. Jadi, Anda tidak bisa berharap banyak jika menggunakan smartphone kelas menengah ke bawah, apalagi entry level.

Baik! Bagi Anda pengguna smartphone mid-to-low atau entry level yang ingin merasakan kesan mewah dan kuat, Anda bisa mengakalinya dengan menggunakan casing. Sedangkan bagi Anda pengguna smartphone flagship, tentunya dengan menggunakan casing bisa semakin mempercantik smartphone yang ada di tangan.

Tapi tunggu dulu, sebelum Anda membeli case untuk smartphone kesayangan Anda, ada baiknya membaca tips di bawah ini. Dengan begitu, kamu tidak salah dalam membeli case dan tentunya casing yang kamu beli tidak hanya sekedar mempercantik, tetapi juga memperkuat smartphone kamu jika terkena benturan.

Tips Memilih Casing Smartphone yang Tepat

Tentukan jenis casing

Ada dua jenis casing yang tersedia di pasaran, yaitu hardcase dan softcase. Namun belakangan ini kita juga bisa menemukan casing yang menggabungkan kedua tipe tersebut dan tidak sedikit orang yang menyebutnya dengan casing hybrid.

Hardcase adalah jenis casing keras, dan biasanya terbuat dari polikarbonat, logam, atau kayu. Seperti bahan yang digunakan, casing jenis ini mengutamakan kemampuan untuk melindungi smartphone dari benturan atau gesekan.

Sedangkan softcase adalah soft casing yang terbuat dari bahan karet, kulit dan bahan elastis lainnya yang berkualitas tinggi. Casing softcase memberikan rasa lebih nyaman saat digenggam dan juga melindungi smartphone dari debu atau kotoran lainnya.


Dahulukan desain dari tampilan

Di antara jenis casing yang disebutkan di atas, mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Saat ini masih banyak orang yang salah dalm memilih casing. Selama Anda memiliki desain yang bagus, segera beli. Ingat! Kasing dengan desain grafiti yang menarik atau memiliki gaya yang keren belum tentu kuat atau berkualitas baik.

Ada faktor lain yang lebih penting dari itu, yaitu kebutuhan dan kepribadian Anda. Apakah Anda tipe orang yang sering menjatuhkan barang? Jika kebiasaan tersebut terus menghantui Anda, ada baiknya Anda memilih casing yang hardcasenya kuat.

Begitu pula sebaliknya, jika ingin terhindar dari debu atau kotoran lainnya, casing softcase bisa menjadi pilihan yang tepat. Baik! Jika sudah memilih sesuai fungsinya, langkah selanjutnya adalah mencari desain yang bisa lebih mempercantik smartphone Anda.


Perhatikan kualitas kasingnya

Seperti disebutkan di atas, casing terbuat dari beberapa bahan yang berbeda. Untuk hard case, bahan yang digunakan bisa dari logam, kayu, dan plastik polikarbonat. Dan softcase biasanya terbuat dari bahan karet yang elastis.

Oleh karena itu, luangkan waktu Anda saat membeli untuk meneliti lebih teliti bahan casing yang digunakan. Walaupun bahan yang digunakan bagus, jika finishing atau proses produksinya buruk, tentu Anda sangat kecewa dan tidak baik untuk memasangkannya dengan smartphone Anda.

Jadi, pilihlah casing yang benar-benar kokoh, tidak mudah rusak, dan memiliki kualitas terbaik. Jika Anda memilih yang salah, Anda akan menghabiskan banyak uang. Tentu hal seperti ini harus benar-benar Anda perhatikan.

Memiliki sirkulasi udara yang baik

Sebagai aksesoris handphone yang dapat mempercantik smartphone dan juga sebagai pelindung, casing tidak boleh “possesif”. Dengan kata lain, case yang Anda beli tidak hanya bisa membuat smartphone Anda cantik dan kuat, tetapi juga harus memiliki fitur lain.

Salah satu fitur yang harus dimiliki, jangan membuat smartphone Anda mudah panas karena tidak ada sirkulasi udara. Untuk itu, pastikan Anda memiliki casing, baik hardcase maupun softcase yang menyediakan beberapa lubang untuk sirkulasi udara agar suhu smartphone tetap terjaga.

Monday, June 21, 2021

Tips Memotret Sunset di Jimbaran dengan Hasil yang Memuaskan

Ada berbagai kegiatan seru yang bisa Anda lakukan saat menginap di hotel di Jimbaran Bali. Sebagai salah satu objek wisata romantis di Pulau Dewata, Jimbaran menawarkan panorama matahari tenggelam atau sunset yang memukau. Makanya, Anda bakal menjumpai banyak pasangan hingga fotografer yang berburu fenomena tersebut di Jimbaran.

Tertarik buat mengabadikan sunset di Jimbaran? Simak tipsnya berikut ini!

Tips Memotret Sunset di Jimbaran dengan Hasil yang Memuaskan

     Datang tepat waktu

Walau jarak antara hotel dengan pantai cukup dekat, pastikan Anda datang tepat waktu. Di Jimbaran, matahari akan mulai tenggelam sekitar pukul lima sore waktu setempat. Jadi, alangkah baiknya Anda dan pasangan datang sebelum waktu tersebut. Sambil menunggu, kalian bisa melakukan aktivitas seperti jalan-jalan di sekitar pantai, menyesap kopi sambil menikmati camilan, atau berenang sebentar di hotel. Bakal lebih bagus kalau hotelnya menampilkan view langsung ke arah sunset.

     Mengecek prakiraan cuaca

Jangankan hujan, mendung atau cuaca berawan saja berpotensi menggagalkan rencana Anda buat menyaksikan sunset di Jimbaran. Untuk mengantisipasi perubahan cuaca, cek prakiraan cuaca lewat berita di televisi atau aplikasi BMKG di smartphone Anda. Mengunjungi Jimbaran di musim kemarau adalah langkah yang paling dianjurkan, sebab kemungkinan Anda menghadapi hujan atau cuaca berawan akan jauh lebih rendah.

     Lakukan reservasi tempat

Seperti Kuta, Jimbaran termasuk destinasi favorit di Bali yang selalu dipadati wisatawan. Kalau Anda tidak mau berimpitan atau terjebak di kerumunan saat berburu sunset, sebaiknya lakukan reservasi di spot-spot terbaik, misalnya kafe atau restoran. Kemudian, pastikan untuk memesan meja sejak jauh-jauh hari mengingat sebagian besar tempat yang menyediakan view matahari tenggelam selalu padat. Jadi, Anda tak akan terancam masuk waiting list.

     Kuasai teknik memotret

Memotret matahari tenggelam ternyata membutuhkan teknik yang tepat agar hasilnya memuaskan. Kebanyakan fotografer memakai teknik potret siluet untuk menangkap momen terbaik kala sang surya kembali ke peraduan. Namun, masih ada banyak teknik lain yang bisa Anda manfaatkan sebaik mungkin agar hasil jepretannya terlihat unik. Dalam hal ini, permainan cahaya memegang peranan penting untuk menciptakan komposisi foto yang mengesankan.

     Jangan buat keributan

Saking inginnya mendapatkan foto sunset, beberapa orang sampai tak memedulikan orang-orang sekitar hingga memicu keributan. Jimbaran di sore hari memang padat, tetapi jangan sampai Anda jadi kurang sabar gara-gara kesulitan menjangkau spot untuk memotret matahari tenggelam. Ingat, tak semua wisatawan yang berkunjung Jimbaran punya tujuan yang sama dengan Anda. Pastikan mereka tetap bisa menikmati aktivitasnya tanpa terusik oleh kegiatan Anda.

Sebelum pergi, periksa kondisi kamera yang akan Anda pakai, entah kamera profesional atau kamera bawaan ponsel. Simpan di tas yang aman untuk menghindari guncangan atau benturan yang hebat.

Semoga tips di atas berguna, ya!