Saturday, July 10, 2021

Cara Memilih Obat Herbal yang Aman Bagi Kesehatan Menurut BPOM

Baru-baru ini, ada klaim bahwa ada obat herbal yang dapat menyembuhkan COVID-19. Pernyataan ini langsung dibantah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena jamu tersebut belum lulus uji klinis untuk disebut efektif menyembuhkan COVID-19.

Lantas apa saja obat herbal yang sudah teruji secara klinis? Bagaimana cara minum obat herbal, seperti obat herbal asam urat, obat batuk herbal, obat herbal kolesterol, obat herbal diabetes, obat herbal asam lambung? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Cara Memilih Obat Herbal yang Aman Bagi Kesehatan Menurut BPOM

Cara Memilih Obat Herbal yang Aman

Obat tradisional atau biasa disebut jamu banyak dijual di pasaran. Maka anda perlu teliti dalam memilih obat herbal, berikut beberapa kategori dari obat herbal:

-          Jamu: klaim khasiat terbukti berdasarkan data empiris

-          Obat herbal terstandar: klaim khasiat telah terbukti secara ilmiah/praklinis, dan telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi.

-          Fitofarmaka: khasiatnya masih perlu di uji secara klinis.

Obat tradisional yang diedarkan di wilayah Indonesia WAJIB memiliki izin edar yang diberikan oleh Kepala Badan POM. Namun, dikecualikan (tidak wajib memiliki izin edar) untuk produk berikut ini:

-          Obat tradisional yang dibuat oleh Usaha Jamu Racikan dan Usaha Jamu Gendong

-          Simplisia dan sediaan galenik untuk keperluan industri dan keperluan layanan pengobatan tradisional

-          Obat tradisional yang digunakan untuk penelitian, sampel untuk registrasi dan pameran, dalam jumlah terbatas dan tidak diperjualbelikan


Rekomendasi Obat Herbal untuk Tingkatkan Imunitas

Untuk mendapatkan khasiat obat herbal, kamu bisa mengonsumsi obat-obatan yang sudah teruji secara klinis. Saat ini Harga Ivermectin sudah banyak beredar di internet.

Masih bersumber dari BPOM, berikut daftar rekomendasi obat herbal yang dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

Herba Sambiloto

Bahan Herba Sambiloto yang kering dengan takaran 3 gram, bisa dikonsumsi 2 kali sehari. Sementara serbuk kering dengan takaran 1,5-3,0 gram, bisa dikonsumsi 3 kali sehari.

Herba Meniran

Bahan Herba Meniran yang segar, dengan takaran 45-90 gram per hari dapat dikonsumsi dalam 2-3 dosis atau porsi.

Temulawak

Bahan Temulawak yang serbuk kering, dengan takaran 3,5 gram per hari dapat dikonsumsi dalam 3 dosis atau porsi.

Kunyit

Bahan kunyit yang segar, dengan takaran 3,0-9,0 gram per hari dan yang serbuk kering dapat dikonsumsi dengan takaran 1,-3,0 gram per hari.

Jahe

Bahan jahe yang serbuk kering dapat dikonsumsi dengan takaran 1,0-4,0 gram per hari.

Jambu biji

Jambu biji ini dapat dimakan langsung satu buah dengan ukuran sedang.


Cara Penyajian Obat Herbal

Berdasarkan bentuk dan jenisnya, ada beberapa cara penyajian obat herbal yang perlu kamu ketahui, yaitu:

-          Bahan segar dan bahan kering direbus dalam air mendidih bersuhu 100 derajat Celsius selama 15-30 menit.

-          Bentuk serbuk kering dapat diseduh dalam satu gelas air mendidih selama 5 menit.

Rebusan atau seduhan tanaman herba sambiloto sebaiknya dikonsumsi sebelum makan, sedangkan seduhan jahe sebaiknya dikonsumsi setelah makan.


Identifikasi Obat Herbal Berbahaya

Saat ini banyak beredar obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat (BKO) yang bisa sangat berbahaya untuk tubuh. Nah, karena jumlahnya sangat banyak, tentu kamu tidak bisa selalu mengandalkan verifikasi dari BPOM untuk mengidentifikasi kesahihan obat herbal tertentu. Namun, kamu dapat melakukan identifikasi sendiri dengan memperhatikan ciri berikut.

-          Efek yang ditimbulkan sangat cepat atau biasa disebut cespleng

-          Dalam waktu beberapa jam setelah mengonsumsi sakit timbul kembali

-          Produk diklaim dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit

-          Jika dilakukan pengamatan saksama terdapat butiran/kristal yang merupakan bahan kimia yang ditambahkan

Nah, itu tadi cara memilih obat herbal yang aman untuk dikonsumsi. Selalu cari verifikasi dari BPOM atau kandungan yang tertera di label kemasannya, ya supaya terhindar dari risiko kesehatan yang berbahaya.